Musim panas di Jepang menjadi momen yang tepat untuk menjelajahi destinasi sekaligus menikmati kuliner khas yang menyegarkan. Beragam makanan musim panas di Jepang dikenal dengan penyajian yang unik dan menyegarkan. Mulai dari hidangan yang manis hingga makanan gurih yang ringan, semuanya dirancang untuk memberikan sensasi sejuk saat dinikmati. Setiap hidangan menyimpan keunikan dan filosofi tersendiri yang membuatnya semakin menarik untuk dicoba. Kakigori (Es Serut Salju) Kakigori bukan sekadar es serut biasa, melainkan karya seni musim panas yang sudah ada sejak zaman kekaisaran Jepang. Berbeda dengan es serut yang memiliki tekstur kasar, kakigori diproses dari balok es yang berkualitas tinggi lalu diserut tipis hingga menyerupai salju lembut yang langsung lumer di mulut. Kakigori juga disiram dengan sirup premium seperti strawberry hingga susu kental manis yang dituangkan di atasnya dan dilengkapi dengan topping mochi yang kenyal hingga buah-buahan tropis yang segar. Saat ini, banyak kedai di Jepang yang mengemas Kakigori dengan tampilan super aesthetic dan porsi besar yang sangat diminati oleh wisatawan mancanegara untuk konten media sosial. Menyisipkan agenda untuk singgah di kedai Kakigori lokal di tengah hari yang terik bukan hanya menjadi solusi penyegar setelah lelah berjalan-jalan, melainkan strategi yang pas untuk memberikan nilai tambah berupa pengalaman kuliner musiman (Seasonal Culinary Experience) yang autentik ke dalam rangkaian rencana perjalanan. Hiyashi Chuka (Ramen Dingin Pelangi) Sajian mi ramen dingin ini merupakan jawaban tepat bagi para pecinta kuliner yang ingin tetap menikmati kelezatan mi tanpa harus kegerahan karena kuah panas di tengah teriknya cuaca siang hari. Kuliner ini memanfaatkan mi gandum bertekstur kenyal yang setelah direbus langsung dibilas menggunakan air es, kemudian disajikan di atas piring datar dengan garnish warna-warni yang estetis menyerupai pelangi. Susunan toppingnya sendiri sangat kaya dan mengunggahselera, mulai dari irisan mentimun segar, telur dadar tipis, ham, tomat, hingga udang. Rahasia utama kesegarannya terletak pada dua pilihan saus khas, yaitu saus cuka-kecap (shoyu) yang memberikan sensasi asam manis segar, atau saus wijen (goma) bagi yang menyukai rasa gurih dan creamy . Di Jepang, ketika menu ini sudah muncul di papan pengumuman atau jendela restoran selalu menjadi penanda resmi bahwa perayaan musim panas telah tiba. Karakter hidangannya ringa, kaya nutrisi, serta memiliki visual yang sangat menarik saat difoto dan menjadikannya pilihan menu makan siang yang sangat ideal untuk memulihkan stamina setelah seharian penuh melakukan aktivitas di luar ruangan. Menambahkan Hiyashi Chuka sebagai salah satu rekomendasi kuliner musiman tidak hanya sukses memanjakan lidah para peserta perjalanan, tetapi juga memberikan sentuhan budaya lokal yang autentik dan berkesan. Mizu Yokan (Jeli Air Tradisional) Mizu yokan adalah versi lebih ringan dan menyegarkan dari wagashi (kue tradisional Jepang) yang sangat legendaris. Jika varian Yokan klasik pada umunya cenderung memiliki tekstur yang padat serta rasa manis yang sangat pekat, versi ‘Mizu’ (air) ini diolah menggunakan bahan dengan kandungan udara yang jauh lebih tinggi sehingga menghasilkan tekstur yang sangat halus, licin dan lembut menyerupai jeli yang langsung meleleh di mulut. Dibuat dari paduan pasta kacang merah (anko) pilihan dan pengental agar-agar alami, kudapan tradisional musim panas ini menawarkan sensasi rasa manis yang elegan, bersih, dan sama sekali tidak meninggalkan rasa mual di tenggorokan. Secara tradisi di Jepang, Mizu Yokan hampir selalu dihidangkan di sampingnya dengan secangkir teh hijau pekat yang dingin, seperti ryokucha atau matcha . Perpaduan ini berfungsi sebagai penyeimbang rasa yang sempurna, dimana rasa manis lembut dari anko akan meredam rasa pahit alami dan sepat dari teh hijau. Daya tarik utama dari kombinasi kuliner ini terletak pada nilai keaslian budaya yang disajikannya kepada wisatawan. Menu ini sangat cocok sebagai hidangan pencuci mulut yang mewah setelah sesi makan siang, atau disajikan secara terpisah sebagai sebuah daya tarik kuliner musiman yang berkesan sepanjang perjalanan. Nagashi Somen (Mi Bambu Mengalir) Jika mencari pengalaman menikmati kuliner yang paling interaktif dan penuh keseruan, Nagashi Somen adalah pilihan utamanya. Kuliner khas ini berakar dari tradisi masyarakat di daerah pegunungan yang memanfaatkan air sungai yang dingin, di mana mi gandum putih tipis dialirkan melalui bilah-bilah bambu panjang. Wisatawan cukup berdiri di sisi bambu dengan sumpit di tangan yang sudah siap untuk mencegat dan ‘memancing’ mi yang meluncur cepat terbawa aliran air es sebelum melewati ujung bilah bambu. Begitu berhasil menangkap mi tersebut, mi segera dicelupkan ke dalam saus tsuyu dingin yang kayak akan rasa umami dari perpaduan katsuobushi dan kombu. Tradisi makan yang unik ini tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga beralih fungsi menjadi sebuah atraksi budaya musiman yang sangat fotogenik di Jepang. Aktivitas ini sangat direkomendasikan untuk mengisi agenda makan siang kelompok karena mampu mencairkan suasana dan membangun kebersamaan yang ceria di antara para peserta. Menambahkan destinasi resto Nagashi Somen di area perbukitan yang rindang menjadi pilihan strategis untuk memberikan variasi kegiatan yang menyegarkan di dalam rangkaian jadwal perjalanan musim panas. Anmitsu (Puding Parfait Klasik) Anmitsu merupakan kuliner yang menggabungkan berbagai tekstur dalam satu hifangan penutup klasik yang lahir di distik Ginza, Tokyo. Dasar hidangan ini menggunakan jeli agar-agar transparan berbahan dasar rumput laur yang diletakkan di bagian bawah mangkuk, lalu dikelilingi oleh anko, shiratama dango, serta potongan buah-buahan segar. Rahasia kelezatannya terletak pada kuromitsu, yaitu sirup gula hitam kental khas Okinawa yang dituangkan tepat sebelum disantap untuk mengikat seluruh rasa komponennya. Untuk versi yang lebih mewah, hidangan ini biasanya ditambahkan satu scoop es krim matcha atau vanila yang perlahan meleleh dan memberikan sentuhan rasa creamy yang kaya di setiap suapan. Eksistensi Anmitsu sebagai hidangan penutup legendaris menjadikannya representasi sempurna dari perpaduan rasa tradisional dan modernitas Jepang yang sudah bertahan sejak era Meiji. Dalam perkembangannya di era modernitas Jepang, semangkuk Anmitsu kini telah bertransformasi menjadi hidangan yang jauh lebih kaya rasa dengan berbagai modifikasi topping kekinian. Banyak kafe dan kedai desserts di Jepang yang mulai memadukan resep klasik ini dengan elemen Barat, seperti menambahkan lapisan sereal atau cornflakes renyah di bagian bawah untuk tekstur kejutan, whipped cream yang lembut, hingga saus karamel dan taburan kacang kenari panggang. Kebebasan dalam mengombinasikan bahan-bahan baru ini tidak hanya membuat porsinya tampil lebih padat dan mengenyangkan, tetapi juga sukses menarik minat generasi muda serta wisatawan internasional yang ingin mengeksplorasi cita rasa fusion unik tanpa kehilangan jati diri tradisional asli dari hidangan legendaris tersebut. Morioka Reimen (Mi
Destinasi Pilihan di Hokkaido yang Banyak Dicari Wisatawan!
Jika kamu pertama kali merencanakan perjalanan ke Hokkaido, mungkin pertanyaannya sederhana: “Harus mulai dari mana?” Karena, pulau paling utara Jepang ini sangat luas dan tiap sudutnya punya karakter berbeda. Hokkaido seolah menawarkan paket lengkap, mulai dari kota modern dengan gemerlap lampu malam, pegunungan yang tenang berselimut salju, danau biru yang terlihat seperti lukisan, sampai hamparan bunga yang hanya muncul di musim tertentu. Supaya perjalananmu nggak bingung dan bisa maksimal, berikut ini adalah destinasi-destinasi yang wajib masuk bucket list kamu! Sapporo TV Tower Sesuai namanya, Sapporo TV Tower adalah menara penyiaran dan televisi yang berada di Taman Odori, Sapporo, Hokkaido. Menara setinggi 147 meter ini memiliki jam digital raksasa di ketinggian 65 meter, menjadi landmark ikonik kota. Daya tarik utamanya adalah observatorium setinggi 90 meter, tempat pengunjung bisa menikmati panorama kota Sapporo, Taman Odori, dan pegunungan di kejauhan. Selain itu, tiga lantai terbawah terdapat toko suvenir dan restoran, sementara lantai dasar menawarkan beragam kuliner mie khas Jepang yang bisa dinikmati langsung di tempat. Alamat Sapporo TV Tower Jam Operasional 09.00–22.00*Jam buka tergantung musim atau jadwal kegiatan Tiket Masuk Dewasa (16+): ±1.000 JPY Anak-anak (6–15): ±600 JPY Akses Dari pintu keluar no 27 Stasiun Odori Jalur Toho (3 menit dengan jalan kaki) Menara Jam Sapporo Menara Jam Sapporo menjadi salah satu landmark bersejarah yang paling ikonik di Sapporo. Pengunjung bisa menikmati suasana klasik bangunan kayu bergaya Barat, mendengar dentang lonceng yang berbunyi setiap jam, hingga berfoto dengan latar ikon kota yang tetap menonjol di tengah modernnya Sapporo. Alamat Menara Jam Sapporo Jam Operasional 08.45–17.10 Tiket Masuk Dewasa: 350 JPYMahasiswa (kartu identitas mahasiswa): 150 JPYSiswa SMA ke bawah: GratisGrup (Lebih dari 20 orang): 300 JPY Akses Dari Stasiun Odori, pintu keluar nomor 7 (5 menit dengan jalan kaki)Dari Stasiun JR Sapporo, pintu masuk selatan (10 menit dengan jalan kaki) Biei (Shikisai no Oka) Shikisai no Oka menawarkan hamparan bunga warna-warni yang cantik hampir sepanjang tahun, mulai dari lavender hingga bunga matahari. Selain menikmati pemandangan bunga dan perbukitan yang indah, pengunjung juga bisa naik cart, buggy, narokko, hingga mencoba aktivitas salju saat musim dingin tiba. Alamat Shikisai no Oka Jam Operasional 09.10–16.30*Jam buka tergantung musim Tiket Masuk SD–SMP: 500 JPYSMA atau lebih: 800 JPY*Belum termasuk aktivitas lainnya Penyandang disabilitas/kelompok (10 orang atau lebih):SD–SMP: 400 JPYSMA atau lebih: 700 JPY*Belum termasuk aktivitas lainnya Akses Dari Stasiun Biei di Jalur JR Furano (±12 menit dengan mobil) Furano (Farm Tomita) Wilayah Furano terkenal dengan panorama alamnya yang memukau. Destinasi favorit di kawasan ini adalah Taman Bunga Tomita, yang menghadirkan hamparan lavender, tulip, dan bunga musiman lainnya dalam warna-warna cerah yang tertata indah. Selain terkenal dengan ladang lavender yang cantik, pengunjung juga bisa menikmati es krim lavender sambil jalan santai menikmati pemandangan perbukitan. Alamat Farm Tomita Jam Operasional 09.00–17.00*Jam buka tergantung musim Tiket Masuk Gratis Akses Dari Stasiun Lavender Farm di Jalur JR Furano (7 menit dengan jalan kaki) Asahiyama Zoo Asahiyama Zoo terkenal dengan konsep kebun binatang interaktif yang memungkinkan pengunjung melihat hewan dari sudut pandang yang lebih dekat. Spot favoritnya adalah terowongan kaca di kolam penguin dan kubah transparan di area beruang kutub. Saat musim dingin, parade pinguin yang berjalan mengelilingi kebun binatang juga menjadi atraksi khas yang selalu dinantikan pengunjung. Alamat Asahiyama Zoo Jam Operasional 09.30–17.15*Jam buka tergantung musim Tiket Masuk Dewasa: 1.000 JPY 16 tahun kebawah: Gratis Akses Dari Stasiun Asahikawa (40 menit dengan bus) Shirogane Blue Pond Shirogane Blue Pond merupakan danau yang terkenal dengan warna air birunya yang unik dan terlihat cantik di setiap musim. Dikelilingi pepohonan dan pegunungan, tempat ini sering menjadi pilihan pengunjung untuk bersantai dan berfoto dengan latar danau yang khas. Alamat Shirogane Blue Pond Jam Operasional 08.00–21.00 Tiket Masuk Gratis*Tidak termasuk biaya parkir Akses Dari Stasiun Biei (±20 menit dengan mobil) Niseko Tokyu Grand Hirafu Ski Resort Merupakan salah satu resor ski terbesar di kawasan Niseko United. Dengan banyak lift dan gondola, area ini menawarkan lintasan luas serta fasilitas ski malam yang terang dan nyaman. Selain bermain ski, tersedia hotel, restoran, kafe, toko suvenir, hingga onsen. Saat musim panas, gondola tetap beroperasi untuk membantu pendaki menikmati pemandangan alam Niseko dari ketinggian. Alamat Niseko Tokyu Grand Hirafu Jam Operasional 08.30–16.30 Akses Dari Stasiun Kutchan (15 menit dengan taksi atau 20 menit dengan bus) Susukino Susukino dikenal sebagai kawasan hiburan paling ramai di Hokkaido dan dijuluki sebagai “kota yang tidak pernah tidur”. Dipenuhi deretan restoran, pusat belanja, dan lampu neon yang ikonik saat malam hari, area ini jadi tempat favorit wisatawan untuk menikmati kuliner lokal, berbelanja di Tanukikoji Shopping Street, hingga merasakan suasana malam khas Sapporo yang selalu hidup. Alamat Susukino Akses Dari Stasiun Susukino (5 menit dengan jalan kaki) Hokkaido selalu punya alasan untuk dikunjungi kembali, mulai dari keindahan alam, suasana kota, hingga pengalaman berbeda yang hadir di setiap musimnya. Dengan banyaknya destinasi menarik yang bisa dijelajahi, kawasan ini menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan saat berkunjung ke Jepang.



